Tips dan Trik Melatih Anak Mengikat Tali Sepatu

Kembali ke sekolah selalu dinanti oleh si kecil. Menghadapi tahun ajaran baru tentu membutuhkan persiapan yang matang. Apalagi, jika anak memulai sekolah baru di tingkat yang lebih tinggi. Pastinya, semua perlengkapan sekolah harus disiapkan dengan baik. Selain alat tulis, tas, dan seragam, ada satu lagi perlengkapan sekolah yang juga butuh perhatian khusus. Ya, sepatu sekolah. Mengapa demikian?

Sepatu sekolah identik dengan warna hitam, terutama bagi anak yang sudah duduk di bangku prasekolah atau sekolah dasar. Mencari sepatu hitam untuk anak gampang-gampang susah. Kebanyakan orang tua memilih sepatu sekolah dengan velcro atau perekat agar lebih mudah dipakai sendiri. Di satu sisi, ini memudahkan anak dan membantu orang tua agar anak mau memakai sendiri sepatunya. Di sisi lain, orang tua jadi lupa untuk mengenalkan sepatu bertali pada anak.

Alasannya, repot memakaikan sepatu bertali dan butuh waktu ekstra untuk memasang sepatu tersebut. Padahal, mengikat tali sepatu merupakan salah satu keterampilan dasar yang harus dikuasai dengan baik oleh anak. Idealnya, begitu si kecil memasuki usia prasekolah, ia mulai berlatih bagaimana memakai sepatu bertali. Aktivitas ini akan mendorong tumbuhnya kemandirian dan rasa percaya diri anak.

Tips dan Trik Mengikat Tali Sepatu

Memang mengajarkan anak untuk belajar tali temali ini tidak bisa dibilang mudah atau susah. Hanya butuh kesabaran ekstra agar Anda bisa telaten mendampingi anak berlatih. Berikut tips dan trik yang bisa Anda terapkan saat melatih anak mengikat tali sepatu.

Kenali tanda ia siap berlatih

Anak dianggap siap berlatih menalikan sendiri sepatunya jika ia sudah mampu bersikap proaktif dalam hal penampilan. Artinya, ia suka memilih sendiri pakaian yang ia suka dan sepatu favoritnya. Kesadaran ini tentu membuat anak juga lebih perhatian pada hal-hal kecil seperti menalikan sepatu. Ia pun bisa menilai sendiri, sepatu mana yang tampak lebih keren baginya: sepatu bertali atau sepatu dengan velcro.

Asah keterampilan motorik halus

Sama seperti kemampuan pramenulis, stimulasi keterampilan motorik halus pada usia 0 – 3 tahun sangat membantu anak melatih kedua tangan. Untuk memakai sepatu bertali, anak perlu koordinasi mata dan tangan yang baik, serta kelihaian jari jemari saat menekuk dan mengikat tali.

Beda sisi kanan dan kiri

Awali latihan ini dengan memastikan anak tahu mana sisi kanan dan sisi kiri. Anda bisa membantunya lewat pemberian tanda pada sepatu, misalnya huruf X pada salah satu sol sepatunya. Mengetahui mana kanan dan kiri lebih memudahkan anak saat mengenakan sepatu bertali.

Simulasi lebih dulu

Gunakan template sepatu bertali yang bisa Anda gambar di sebuah karton tebal. Lubangi gambar sepatu untuk memasukkan tali. Pilih tali yang agak pipih agar lebih mudah digenggam anak. Pastikan panjang tali sepatu cukup, jangan terlalu pendek. Dengan cara ini, Anda bisa melatih anak di mana saja dan kapan saja.

Metode telinga kelinci

Ajarkan anak beberapa langkah sederhana untuk menalikan sepatunya. Anda bisa menggunakan berbagai cara yang familier, seperti metode telinga kelinci.

  • Pegang kedua tali sama panjang dan silangkan tali membentuk huruf X
  • Tarik kedua tali sampai membentuk simpul
  • Lipat masing-masing tali menyerupai dua telinga kelinci
  • Jepit kedua telinga kelinci dengan jempol dan telunjuk kedua tangan, kemudian silangkan kedua telinga kelinci tersebut sampai membentuk huruf X
  • Putar salah satu telinga kelinci pada telinga kelinci lainnya, tarik dengan kuat hingga membentuk simpul kedua.

 

Praktikkan cara ini bersebelahan dengan anak langkah demi langkah. Pengulangan berkali-kali sangat perlu agar anak bisa menguasai dengan baik. Lalu biarkan anak mencobanya sendiri sampai ia bisa menyelesaikan setiap tahapan dengan baik.

Itulah tips dan trik melatih anak mengikat tali sepatu. Mengajari anak keterampilan ini sama pentingnya dengan makan atau berpakaian sendiri. Lagi pula, sudah menjadi tugas orang tua untuk membekali anak dengan beragam keterampilan dasar untuk menunjang kemandirian anak saat ia besar nanti.



Older Post Newer Post