Memilih Sepatu Anak Yang Enak Dipakai Dan Sesuai Dengan Kebutuhan

Anak-anak cukup banyak menghabiskan waktu di sekolah sehingga mereka harus memakai sepatu yang nyaman. Setelah usia tiga tahun, kaki anak akan berkembang sekitar setengah ukuran setiap enam bulan sekali.

Ini berarti sepatu sekolah akan bertahan antara 9 bulan-1 tahun. Anak usia 3-4 tahun yang masuk sekolah preschool, anak usia 5-6 tahun yang masuk taman kanak-kanak, dan anak usia 7-12 tahun yang masuk SD, membutuhkan sepatu sekolah yang kuat namun lentur.

Carilah sol sepatu yang terbuat dari karet dan memiliki jahitan dobel pada bagian ibu jari agar sepatu tahan lama. Sol sepatu harus kuat dan stabil di bagian belakangnya dan lentur di bagian depan agar kaki bisa menekuk dengan tepat.
 
Untuk anak-anak yang masih kecil, pilih sepatu dengan pengencang velcro agar sepatu aman dipakai anak. Anak-anak yang masih kecil ini belum bisa diajarkan untuk mengikat tali sepatu, sehingga kurang cocok jika dipakaikan sepatu bertali. Sedangkan anak-anak yang lebih besar bisa memakai sepatu dengan pengencang velcro atau sepatu bertali. Material sepatu yang pas untuk sepatu sekolah adalah kulit atau kanvas. Sepatu dengan material ini tergolong kuat dan terasa nyaman pada kaki.

 
  • Sepatu untuk santai

Di bawah usia 16 bulan, kaki bayi bisa berkembang lebih dari setengah ukuran kaki dalam waktu dua bulan. Antara usia 16-24 bulan, kakinya berkembang hingga setengah ukuran kaki setiap tiga bulan. Jika anak belum bisa berjalan, cukup pakaikan kaus kaki, sepatu rajut, atau sepatu kain yang lembut agar kakinya hangat.

Setelah anak bisa berjalan, biasanya pada usia 10-18 bulan, kita bisa memakaikan sepatu. Fungsi utama sepatu untuk anak yang baru bisa berjalan ini berguna untuk melindungi kaki dari kotoran, debu, atau benda-benda tajam. Bayi memerlukan sepatu baru setiap 2-4 bulan sekali.

Carilah sepatu yang terbuat dari bahan kulit atau kanvas yang lembut dan ringan. Sepatu dengan kedua material ini juga bisa membuat kaki bernapas karena karena kaki bayi banyak mengeluarkan keringat. Hindari material kulit sintetis karena membuat kaki tidak bisa bernapas. Sol luar sepatu harus terbuat dari material yang lentur seperti karet.

Bagian tumit dan pergelangan kakinya juga harus memiliki bantalan untuk meminimalkan gesekan. Sedangkan bantalan di bagian dalam sepatu akan memberikan kenyamanan. Sepatu yang terbuka di bagian depan tidak disarankan untuk anak yang baru bisa berjalan karena tidak terlalu bisa melindungi kaki dan membuat anak mudah tergelincir.

Kaki anak berusia 2-3 tahun tumbuh setengah ukuran setiap empat bulan sedangkan anak-anak di atas usia tiga tahun akan berkembang ukuran kakinya setiap 4-6 bulan. Jadi, belilah sepatu yang sedikit lebih besar dari ukurannya, namun jangan sampai ukurannya terlalu besar hingga satu ukuran agar tidak tersandung.
 
Materialnya harus ringan dan lentur karena anak-anak banyak menggunakan energi untuk bergerak. Sepatu berbahan kanvas seperti sneaker tidak membuat kaki tegang dan membuat kaki berkembang dengan baik. Sol sepatu yang terlalu lembut akan membuat kaki mudah tergelincir dan jatuh. Semantara yang kaku akan menghambat kerja otot-otot kaki. Material sol yang ideal adalah karet.

Sepatu untuk anak-anak di atas 5 tahun memiliki sol yang lebih keras daripada sepatu balita, namun masih tetap lentur. Bagian atas sepatu harus terbuat dari material yang bisa bernapas seperti kanvas atau kulit karena kaki anak banyak berkeringat.
 
Hindari sepatu model slip on atau sepatu dengan tumit terbuka untuk anak-anak. Karena sepatu model ini akan membuat anak merasa tidak nyaman dan memaksa mereka untuk selalu menjaga sepatu agar tidak terlepas. Pilihlah sepatu dengan tali atau pengencang velcro sehingga sepatu terikat aman pada kakinya.

  • Sepatu untuk olahraga

Sepatu olahraga untuk anak usia SD harus memiliki penopang permukaan kaki dan tumit, sol yang menyerap kejutan, dan lentur. Material yang cocok adalah kulit, suede, atau kanvas karena sifatnya yang kuat dan bisa membuat kaki bernapas.

Material kulit sintetis sebaiknya dihindari karena kaki tidak bisa bernapas dan menimbulkan penyakit kaki dan bau. Pilihlah sepatu yang cocok dengan jenis olahraga. Sepatu lari memiliki bantalan ekstra karena digunakan untuk bergerak ke depan.

Untuk anak-anak berusia 9-13 tahun yang gemar bermain sepak bola, pilihkan sepatu bola yang memiliki cleat atau paku di bagian bawahnya agar anak mudah bergerak. Pilihlah sepatu dengan bentuk cleat yang pendek dan tak lebih dari 1 cm untuk mengurangi cedera lutut dan pergelangan kaki.

Sepatu bola yang tidak memiliki cleat bisa menimbulkan nyeri pada tumit. Sedangkan sepatu futsal harus rata dan memiliki sol karet. Sepatu untuk basket juga harus memiliki bantalan agar anak bisa melompat dengan leluasa dan nyaman.

Model sepatu menjadi salah satu daya tarik bagi anak-anak agar mereka tertarik untuk memakainya. Model sepatu untuk anak perempuan tentu berbeda dengan anak laki-laki. Sepatu untuk anak perempuan usia pre-school atau TK memiliki model yang cantik dan nyaman untuk dipakai. Salah satu model yang cocok adalah sepatu balerina. Sepatu dengan detail bunga, pita, atau kupu-kupu bisa dipilih. Warna yang sesuai adalah putih, merah muda, hitam, atau biru.

Untuk anak perempuan usia SD, sepatu model t-bar adalah pilihan yang tepat. Variasi modelnya juga beragam dan modis. Sepatu T-bar biasanya dilengkapi dengan detail seperti kupu-kupu, bunga, atau pita. Sepatu bergaya sporty biasanya juga akan dipilih anak-anak usia 9-12 tahun dengan warna-warna cerah.

Anak laki-laki usia pre-school, TK, hingga usia 9 tahun, sebaiknya dipilihkan sepatu dengan detail jahitan yang menarik atau memiliki gambar karakter kartun yang disukainya. Warna-warna yang bisa dipilih adalah hitam, cokelat, putih, atau biru. Sedangkan anak usia SD 10-12 tahun biasanya sudah menyukai sepatu sneaker.

Pastikan ukuran sepatu pas dengan kakinya. Ukurlah lebar dan panjang kaki anak dengan cermat. Jangan beli sepatu yang terlalu besar karena bisa menimbulkan cedera. Sepatu yang terlalu sempit akan membuat sisi-sisi sepatu tampak menonjol karena kaki anak yang terdesak di dalam sepatu.

 

 

Mintalah anak mencoba beberapa pasang sepatu sambil memakai kaus kaki untuk menemukan sepatu yang pas. Pastikan di bagian depan dan belakang sepatu terdapat jeda. Setidaknya terdapat jarak sekitar 1,2 cm di bagian depan sepatu. Mintalah anak untuk menggoyangkan ibu jarinya. Jika ibu jari bisa digoyangkan, berarti sepatu tidak sempit dan pas dipakai.




Older Post Newer Post